Minggu, 16 Oktober 2011

(Govlog-Umum) Kematian Tak Mengenal Usia

Kalau bicara tentang kematian, kayanya serem juga ya, Pasti ngga ada yang bisa lari dari kematian walau dia lari dan bersembunyi di Benteng yang sangat kokoh. Nah ternyata kematian juga tidak pandang bulu atau melihat dari usia yang sudah lanjut saja, kematian pasti akan datng menjemput baik yang Muda ataupun yang tua,baik yang miskin ataupun yang kaya, baik yang sholeh ataupun yang kafir.

Dan yang pasti Malaikat kematian juga tidak bisa disuap agar ditunda kematiannya atau bahkan digantikan, kalo bicara suap mangnya Indonesia, hampir banyak lapisan dan urusan pasti ada hal tersebut, walau tidak semua. Jika orang yang menyuap atau yang disuap inget mati, Ngga Mustahil Indonesia menjadi negara yang bebas dari Korupsi. Karena orang pasti akan berfikir bagaimana cara mati dengan khusnul Khotimah

Kematian tak mengenal Usia, ini yang dialami oleh sahabat yang saya kenal dan adik dari Sahabat saya yang masih sangat muda.Yang pertama Sepekan lalu tepatnya di hari sabtu Dini hari sahabat saya yang biasa dipanggil Bang Isal telah mendahului saya dalam "antrian panjang yang pasti" yaitu "Kematian". Usianya beda hanya beberapa tahun di atas saya. Padahal pernikahannya belum genap setahun, dan adik iparnya juga sempat menyesuaikan waktu dan tanggal pernikahannya dengan pernikahan saya dan istri pada tahun 2010 lalu, yang akhirnya beda sepekan saya lebih dulu menikah. Bagi saya ini sangat sulit dipercaya, Ketika Bangun saya membaca dua SMS di HANDPHONE yang isinya tentang berita meninggalnya Almarhum. Hari itu pas dengan liburnya kerja saya dan hari masuknya kuliah saya.Saya juga menyempatkan sebelum berangkat kuliah ke tempat almarhum terlebih dahulu. Lalu sesampainya saya di sana jam 9.30. saya sudah telat kuliah dan minta izin kepada teman. Disaat sampai jenazahpun sedang dimandikan, saya menunggu dengan harap harap cemas untuk kuliah, karena saya tidak mau absen kuliah lagi karena mempengaruhi nilai kuliah saya. Setelah dimandikan lalu dikafani dan langsung disholatkan setelah sambutan dari pihak Keluarga. Dan selesai saya menyolatkan saya izin dengan adik Iparnya, Dia juga teman dekat saya. Saya harus izin karena harus segera menuju kampus.Sayapun tidak bisa mengantarkannya ke Tempat Pemakaman.Alhamdulillahnya sesampai di Kampus saya dapat tetap tanda tangan kehadiran walaupun di menit menit terakhir mata kuliah pertama, karena saya yakin jika kita berbuat kebaikan Allah akan menolong hambaNYA .Itu cerita singkat dari kematian Almarhum Bang Isal .

Selanjutnya yang kedua Tepat Malam sabtu saya menerima telepon dari sahabat saya, yang mengabari bahwa adik dari sahabat kita meninggal dunia sore tadi, Saya teringat ketikabertemu almarhumah dan pernah memanggil nama saya, sehingga saya juga menyempatkan untuk ta'ziah ke rumah almarhumah, usianya pun lebih muda dari almarhum Bang Isal. masih seumuran dengan anak Sekolah. Tapi itulah Kematian Allah yang punya kehendak dan sudah mengaturnya.Dan yang di atas adalah Foto Almarhumah.Saya dan orang orang yang hadir masih tetap duduk di depan rumah, karena rencana pihak keluarga akan memakamkannya di Kampung halaman, menit demi menit tak terasa karena pihak keluarga juga menunggu Ambulance yang akan datang. Akhirnya Setengah sebelasan ambulance datang dan saya pamit karena sudah larut malam. Memang usia yang sangat muda bagi seumuran Almarhumah Idawati. Dan itulah " kematian Tak mengenal Usia ".

Maha Suci Allah yang di-Tangan-Nya segala Kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas Segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia Menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Al Mulk:1-2)
: ”Di mana saja kamu berada, kematian akan menemui kamu, walau kamu berada dalam benteng yang tinggi dan kokoh” (An Nisa 78).
Ayat tersebut sangat penting bagi kita khususnya saya pribadi, dalam surat Al Mulk, Allah yang mempunyai kerajaan dan Allah juga menjadikan mati dan hidup supaya menguji kita siapa yang lebih baik amalnya.
lalu dalam surat An Nisa sudah jelas bahwa kematian akan menemui kita walau kita berada dalam benteng yang tinggi dan kokoh. jadi kita tidak perlu lari dari kematian, tapi buatlah Indah saat kematian datang menjemput kita. Semoga bisa seperti itu . Amiin

Untuk Bang Isal dan Idawati Selamat Jalan, Semoga dilapangkan kuburnya, didekatkan di Sisi  NYA dan dimasukkan di Syurga NYA.amiin dan kita juga selalu berdoa agar kematian kita dimudahkan dan Khusnul Khootimah..Amiin Ya Rabbalalamin


                                          


8 komentar:

Sungguh kematian adalah muara manusia...

abi Kiran....yupz...jembatan menuju kehidupan selanjutnya

kematian bukan berarti cerita selesai akan ada kehidupan setelah mati

iya pa asaz...jembatan menuju kehidupan baru

Kematian merupakan awal dari kehidupan yang sebenarnya, akhir daripada kehidupan fana kita. :)

Kata kakek saya, tidak ada yang lebih dekat daripada kematian. :)

makadari itu kita musti kudu berdoa agar saat kita dipanggil yang kuasa, kita sudah siap..

kematian bukanlah hal yang perlu ditakuti bagi kita yang taat pada Tuhan..:)

SALAM,

JIMMY

http://entertainmentgeek-jimmy.blogspot.com/

mas Resti....sipp betul, memang yang paling dekat adalah kematian...

jimmy...sippp sudah berkunjung ..keren ...

kematian tidak harus ditakuti

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jadwal Sholat